Rafael Nadal Ukir Sejarah Baru Dalam Pergelatan Tenis Dunia

daftar

Rafael Nadal merintis sejarah menjadi petenis pertama pada era terbuka yang menjuarai empat seri grand slam masing-masing dua kali.

Dia menang kedua kalinya setelah melangkah ke final Australia Terbuka di Melbourne Park, Kamis (24/1/2019). Ini sekaligus final kelima Nadal di Melbourne, meski hanya sekali meraih gelar pada 1999.

Jika mampu kembali meraih gelar seperti satu dekade lalu, Nadal menjadi petenis pertama dengan catatan menakjubkan tersebut. Catatan yang bahkan para GOAT (Greatest of All Time) seperti Pete Sampras, Roger Federer, atau Novak Djokovic tidak mampu melakukannya.

Menurut situs resmi judi bola online terpercaya, Sampras pemegang 14 gelar grand slam tak pernah juara di Perancis Terbuka, Federer dengan 20 gelar Slam hanya satu kali juara di Roland Garros, seperti juga Djokovic dengan 14 gelarnya.

Nadal yang mencatat 17 Slam, 11 di antaranya di Perancis Terbuka, pernah nyaris mencatat rekor ini saat melangkah ke final Australia Terbuka  2012. Namun, dia menghadapi itu Djokovic yang punya catatan gemilang di Melbourne. Nadal kalah dalam laga lima set yang ketat.

daftar

Pada semifinal yang berlangsung singkat, hanya satu jam 46 menit, petenis Spanyol dengan dengan pukulan khas forehand heavy topspin itu mengandaskan harapan petenis muda Yunani Stefanos Tsitsipas (20), 6-2, 6-4, 6-0. Pada final hari Minggu, unggulan kedua itu akan bertemu pemenang antara Djokovic, unggulan pertama, dan petenis Perancis Lucas Pouille, unggulan ke-28, yang baru digelar hari Jumat ini.

Final ini menjadi kesempatan terbaik Nadal,  yang sudah berusia 32 tahun, untuk mencatat sejarah hebat tersebut. Apalagi, petenis yang mengayun raket dengan tangan kiri padahal terlahir bukan sebagai kidal tersebut kerapa mengalami cedera musim lalu. Australia Terbuka adalah turnamen pertama Nadal  sejak kalah di semifinal AS Terbuka 2018. . Nadal mundur dari turnamen Brisbane awal bulan ini akibat cedera otot paha.

Osaka vs Kvitova

Di kelompok putri, final  pada Sabtu akan mempertemukan juara AS Terbuka 2018 Naomi Osaka (Jepang) dan dua kali juara Wimbledon Petra Kvitova (Ceko). Osaka yang tampil kurang solid dan kerap terlihat grogi, menyingkirkan Karolina Pliskova (Ceko), 6-2, 4-6, 6-4. Adapun Kvitova, yang kembali mencapai final grand slam pascatragedi perampokan yang nyaris merenggut nyawanya pada 2016, mengalahkan petenis nonunggulan asal AS, Danniele Collins 7-6 (7-2), 6-0.

Meski kurang solid, Osaka  (22) yang mencapai final grand slam berurutan setelah sukses di New York membukukan 15 servis as dan 56 winner (pukulan pencetak poin). Statistik ini menolong penampilannya, yang masih sering kehilangan poin pada saat genting, atau gagal mencetak angka saat Pliskova sudah terpojok. Beberapa kali pukulan yang seharusnya mudah mencetak angka justru jatuh di luar garis atau menyangkut di jaring. Hal ini yang membuat Pliskova bisa bangkit merebut set kedua.

Osaka mengakui dirinya sempat hilang kepercayaan diri pada set kedua. “Saya main beberapa kali melawan dia (Pliskova) dan dia lebih banyak menang,” papar gadis kelahiran Osaka Jepang 16 Oktober 1997 itu.

Statistik menunjukkan, persentase poin yang didapatkan Osaka dari servis kedua (second serve) memang hanya 41 persen, atau separuh dari keberhasilan servis pertama yang 81 persen. Namun, pencapaian Pliskova dalam dua sektor ini tak lebih baik, yakni 32 persen untuk servis kedua dan 69 persen untuk servis pertama.

Dengan mencapai final di Melbourne, Osaka menjadi petenis putri pertama sejak Jennifer Capriati pada 2001 yang mencapai partai puncak Slam setelah menjuarai AS Terbuka.

Di laga puncak, Osaka ditunggu Kvitova (28), petenis unggulan delapan yang untuk pertama kalinya mencapai final di Melbourne Arena. Kedua petenis berbeda generasi ini belum pernah bertemu sebelumnya.

Mengawali musim 2019 dengan mantap, Kvitova memenangi turnamen Sydney, yang merupakan gelarnya yang ke-26 sebelum turun di Melbourne Arena. “Akhirnya saya kembali mencapai final Slam. Apapun yang terjadi nanti, saya tetap sangat bahagia,” papar Kvitova.